Laptop Resmi, BM, PI, Refurbished, Pilih Mana?

laptop-resmi-pi-ato-bm Belakangan ini Laptop sudah mulai populer. Saya nggak tahu pasti apakah ini ada kaitannya dengan acara Tukul yang membawa ikon “Kembali ke LAPTOP” itu ato nggak. Yang jelas sekarang Laptop buatan luar negeri (DELL, IBM, Toshiba, Acer, dkk) dapat diperoleh dengan harga yang relatif terjangkau. Nggak seperti dulu yang bandrol harga Notebook masih tergantung di atas angka 9 – 10 jutaan. Sekarang Notebook dengan Processor Dual Core, Harddisk 120 GB , Memori 1GB, DVDRW lengkap dengan fitur standar Notebook bisa diperoleh dengan kisaran harga 5 juta saja. Tak ayal, Laptop dijual bak kacang goreng… Sampai di sini ada hal yang menarik untuk dicermati. Dengan harga segitu, barang dan kualitasnya beneran atau tipu-tipu? Trus kalo bener barang asli (pabrikan) bagaimana bisa laptop dengan kualitas resmi itu bisa dijual dengan harga jauh lebih murah? Lalu bagaimana dengan garansi dan layanan servisnya? Tulisan berikut ini akan berusaha menjawab tiga pertanyaan pokok seputar laptop tersebut. Mudah-mudahan Anda mendapat pencerahan.. Proses Impor Barang Inilah yang menjadi perbedaan mendasar yang menyebabkan harga Laptop bervariasi. Masing-masing barang juga punya sebutan ‘khusus’ jika dilihat dari proses importnya. Sejauh ini paling tidak ada tiga istilah yang banyak dikenal masyarakat, yakni: Laptop Resmi: Laptop yang didatangkan dari pabriknya melalui jalur distribusi standar. Perusahaan Laptop A menunjuk beberapa master dealer resmi (atau istilah lain) untuk tiap negara. Master Dealer mengimpor barang langsung sekaligus mendistribusikan ke dealer-dealer nasional. Dealer ini mensuplai barang ke Supplier/Toko yang menjual kepada masyarakat. Disini, keuntungan dibagi-bagi tiap terminal distribusi. Karena menggunakan jalur resmi, importir juga dikenakan aturan bea impor yang umumnya dibebankan kepada konsumen. Inilah yang menyebabkan harga barang Impor Resmi relatif lebih mahal. Laptop PI: PI adalah singkatan dari Paralel Import. Artinya Laptop tipe ini diimpor oleh badan/toko/perorangan selain Master Dealer yang ditunjuk oleh Vendor (perusahaan produsen barang -red) Laptop sebagai agen atau distributor resmi namun tetap melalui proses impor yang legal. Terkadang karena keterbatasan informasi, penjual menyamarkan laptop tipe ini dengan Laptop Resmi dengan berkata bahwa barang ini datang dengan garansi resmi. Nantikan pengalaman unik saya tentang garansi ada di website sini. Terakhir, Laptop BM: yang merupakan singkatan dari Black Market. Artinya barang tersebut diimpor dengan tidak mengikuti aturan impor yang semestinya, termasuk aturan perpajakan, bea masuk, dll. Kedua tipe barang terakhir ini, Laptop PI dan BM, dapat dijual lebih murah karena tidak melalui jalur distribusi yang semestinya. Sebagai tambahan, barang BM bisa jauh lebih murah lagi karena nggak melalui jalur impor yang legal. Dari segi keaslian dan kualitas, bisa jadi ketiga barang di atas sama, alias sama-sama asli. Beberapa waktu lalu pernah denger ada perakitan Laptop di Indonesia. Tapi menurut saya, untuk merk-merk Internasional yang kita bahas di sini sepertinya hal tersebut mustahil. paling tidak untuk level PI. Perbedaan antara Resmi, PI dan BM Singkatnya ada 2 perbedaan utama antara beberapa tipe Laptop yaitu: 1. Menyangkut aspek Legal: Di satu sisi Laptop Resmi dan PI (Paralel Import) didatangkan dengan melalui jalur legal sesuai perundang-undangan negara. Cuman bedanya Laptop Resmi harus melalui jalur distribusi standar perusahaan yang (mungkin) panjang, sementara barang PI bisa didatangkan dengan memotong jalur distribusi tersebut sehingga biaya bisa ditekan. Selain itu, importer juga tidak perlu mendirikan jaringan service center yang luas, karena mereka berasumsi kalo ada kerusakan, mereka perbaiki sendiri, atau kalo sulit selama ada garansi internasional dikembalikan ke negara asal. selesai Di sisi lain barang BM didatangkan tanpa melalui peraturan perundangan yang berlaku. Bagi penjual, keuntungan yang didapat dari barang PI dan BM relatif lebih besar dibandingkan bila jualan produk resmi yang harga jualnya sudah dipatok dan dipublikasikan dimana-mana. 2. Menyangkut layanan dan garansi: Laptop Resmi datang bersama dengan garansi resmi. Biasanya sekaligus dapat garansi Nasional dan Internasional. Maksudnya kalo garansi nasional, pembeli dapat kartu yang bisa digunakan untuk mengklaim garansi lintas kota dalam satu negara. Beberapa waktu lalu seorang rekan beli laptop di salah satu kota di Jawa Tengah, namun ketika dibawa ke Jakarta laptop tersebut bermasalah. Nah, dia tinggal telpon ke Service Center di Jakarta barang bisa diproses tanpa masalah. Garansi internasional maksudnya layanan jaminan kualitas lintas negara yang bisa diklaim dengan mengirimkan kartu garansi internasional tersebut ke kantor pusat vendor laptop. Biasanya kartu ini disertakan perusahaan vendor bersamaan dengan proses import barang. Sebagai ilustrasi, jika Anda bepergian membawa laptop yang dibeli dari Indonesia dan suatu saat bermasalah di negara lain, bisa langsung diklaim garansinya di negara tersebut tanpa harus repot2 balik ke Indonesia. Laptop PI biasanya masih dapat garansi internasional. Seorang rekan pernah bercerita bahwa saudaranya membeli laptop dari Canada. Suatu saat ketika pulang ke Surabaya laptop tersebut bermasalah. Kemudian dia bawa laptop tersebut ke service center lokal dengan menunjukkan kartu garansi internasional dan langsung bisa diterima. Hati-hati, beberapa toko mengatakan laptop PI sebagai laptop resmi. Kalo toko yang agak baikan akan mengatakan garansi toko 1 tahun, maksudnya bila ada masalah akan dibantu memproses pengiriman barang ke service center atau vendor. Laptop BM datang tanpa garansi. Kalau tokonya lagi baik hati, paling dikasih iming-iming garansi toko 1 tahun. Kalaupun ada kartu garansi internasional biasanya vendor nggak mau menerima registrasi karena barang tersebut tidak masuk dalam daftar ekspor mereka. Jadi jangan berharap ada layanan garansi yang sebenarnya di sini. Tambahan Anda mungkin pernah dengar ada Laptop atau PC Refurbished. Barang dengan kategori ini adalah produk yang tidak memenuhi standar kualitas pabrik atau cacat produksi yang terlanjur keluar dipasaran, kemudian, dikembalikan ke pabrik. Oleh pabrik barang-barang tersebut diperbaiki dan bahkan di-rekondisi, bila ada cacat fisiknya kemudian dijual kembali dengan harga murah. Singkatnya barang ini merupakan barang yang sudah pernah dipakai meski terlihat baru. Kebanyakan pada dasarnya tidak ada lagi garansi dalam produk tipe ini, meski beberapa toko masih mau memberikan ‘garansi coba’. Di luar negeri, produk semacam ini akan dibeli label “Refurbished” dan dijual dengan harga diskon besar, bahkan mencapai 30%. Produsen laptop seperti D*** dan A*** bahkan menjual barang refurbished ini lewat website mereka. Di Amerika, produk refurbis dibeli label jelas dan tidak boleh dijual sebagai barang yang baru, sekalipun kelihatan baru dan ada segel dari pabrik. Karena notebook refurbish bisa ada goresan, kotoran, dan bentuk kerusakan fisik lain yang tidak mempengaruhi performa. Trus bagaimana membedakan notebook PI, BM, refurbis dan yang bergaransi resmi? Sederhana saja, cek kartu garansinya. Tanyakan kartu garansinya ke penjualnya. Cek kartu garansinya, apakah dikeluarkan oleh distributor resmi atau tidak. Nomor telepon service centernya pasti tercantum disana, hubungi bila perlu. Beberapa produsen saat ini juga menyediakan registrasi serial number, segera registrasikan bila memang produsen menyediakan fasilitas tersebut. Notebook dengan garansi resmi akan diterima di service center di semua kota, bahkan dengan garansi internasional akan diterima di seluruh dunia. Pertimbangkan dengan baik keputusan Anda saat membeli barang, jangan tergesa-gesa dan terbujuk dengan rayuan harga yang murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s